Mengajarkan Anak Nilai Kegagalan

Menjadi berhasil ialah tujuan seluruh orang. Dan supaya dapat mengalami kesuksesan, seseorang mesti jua mengenal kegagalan. Masalahnya bagaimana kita dapat berhasil bila gagal saja tak sempat. Nilai-nilai ibarat ini penting ditanamkan semenjak dini supaya saat dewasa nantinya ia bertumbuh menjadi pribadi yg senantiasa rendah hati sewaktu berhasil, tetapi tak rendah diri sewaktu jatuh.


Mental karet (resilience)


Seperti karet ataupun pegas yg dapat memantul kembali, resilience ialah suatu kondisi dimana suatu kegagalan bisa dibalikkan bersama dengan upaya yg lebih keras. Sewaktu gagal mendapatkan nilai tinggi pada sekolah, anak bakal termotivasi menimba ilmu lebih keras lagi bersama dengan sasaran nilai yg mendingan.  


Identifikasi dan analisa


Sewaktu anak tak mendapat peringkat di lomba menggambar misalnya, beri pengertian bahwa kemungkinan gambarnya tak masuk hitungan masalahnya kurang rapi ataupun corak yg dipakai kurang tepat. Bantu mengevaluasi bersama dengan menyarankan  warna- corak yg mungkin lebih sesuai tuk dipakai di lomba selanjutnya.   


Memancing kreatifitas


Bantu anak keluar sisi kreatifitasnya tuk mengakali persoalan yg dihadapi. Sebagai sempel, sewaktu ingin memakai cat pink tuk melukis tetapi tak ada, maka siasati saja bersama dengan mencampur cat merah bersama dengan putih.       


Pendewasaan


Sewaktu menemui kegagalan berbagai reaksi emosional ibarat murung, tak merespon komunikasi ataupun menangis lazim terjadi. Tak memerlukan sungguh panic ataupun seakan mengasihani berlebihan. Biarkan anak mengerti bahwa emosi-emosi ibarat yg sedang dirasakan ialah manusiawi. Beri pengertian jua bahwa Kamu senantiasa bangga dan senantiasa menyanyanginya apapunyang terjadi.


Postingan populer dari blog ini

Pantone 2016: Tren Corak

6 Gaya Ruangan Terbaru bersama Sentuhan Corak Pastel

4 Hal yg Mesti Kamu Amati Di saat Menyeleksi Asuransi